Cara Membuat Paspor

Cara Membuat Paspor

Traveling ke luar negeri tidak cukup hanya bermodal biaya atau catatan rencana perjalanan. Dua hal pertama yang kamu butuhkan untuk bisa masuk ke negeri asing adalah paspor dan visa. Tanpa dua hal ini, kamu tak akan bisa traveling ke luar negeri meskipun persiapan lainnya sudah matang.

Apa sih paspor dan visa? Bagaimana sih cara mengajukannya? Tenang, Traveloka telah merangkum informasinya secara lengkap namun ringkas, khusus untukmu.

PASPOR

Paspor adalah dokumen wajib untuk bepergian ke luar negeri. Paspor dikeluarkan secara resmi oleh negara untuk setiap warganya yang mengajukan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Setiap paspor memuat informasi penting tentang pemegangnya, seperti nama lengkap, tempat & tanggal lahir, informasi kebangsaan, dan beberapa informasi lainnya yang dibutuhkan. Paspor hanya bisa digunakan oleh orang yang namanya tercantum di dalamnya.

Jenis paspor

Saat ini, paspor dibagi menjadi dua jenis, yaitu paspor reguler dan paspor elektronik alias e-paspor. Sekilas, kedua paspor ini terlihat sama. Namun jika dilihat dengan lebih teliti, pada sampul e-paspor terdapat chip kecil. Paspor tersedia dalam pilihan 24 (e-paspor masih akan menyusul) dan 48 halaman.

E-paspor lebih disarankan karena memiliki banyak kelebihan

Kamu yang belum memiliki paspor dan ingin mengajukan permohonan, sebaiknya memilih e-paspor ketimbang paspor biasa karena sejumlah kelebihan yang dimilikinya. Pertama, e-paspormu tidak akan mudah dipalsukan. Hal ini dikarenakan e-paspor menyimpan data biometrik seperti wajah dan sidik jari di dalam chip yang tertanam di paspor. Selain itu, kamu juga bebas mengunjungi Jepang tanpa visa (Visa Waiver).

Visa Waiver adalah program pembebasan visa yang merupakan hasil kerja sama antara dua negara dengan kebijakan tertentu, seperti durasi kunjungan yang dibatasi. Pengajuan visa jenis ini pun mudah serta bebas biaya. Kamu perlu mencetak formulir pengajuan bebas visa terlebih dulu, yang bisa di-download di sini. Setelah itu, bawa formulir yang telah diisi lengkap dan e-paspor ke kantor Kedutaan Besar Jepang. Umumnya, butuh waktu dua hari untuk mengurus Visa Waiver ini.

Selanjutnya, kamu akan mendapatkan stiker khusus di halaman e-paspormu sebagai tanda bebas keluar masuk Jepang selama tiga tahun. Tapi perlu diingat, waktu tinggalmu di Jepang dibatasi selama maksimal 15 hari sekali kunjungan.

Cara mengajukan permohonan pembuatan paspor

Sebelum mengajukan paspor, kamu wajib tahu persyaratan apa saja yang harus dipenuhi. Ini berlaku baik untuk paspor biasa maupun e-paspor.

Dokumen yang harus disiapkan*:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Akta kelahiran.

*) Selain membawanya dalam bentuk fotokopi, kamu juga wajib membawa dokumen aslinya

Setelah semua dokumen yang dibutuhkan lengkap, kamu bisa mengajukan permohonan pembuatan paspor secara walk in alias datang langsung ke kantor imigrasi terdekat.

Sebagai informasi, proses pembuatan paspor ini terdiri dari enam tahapan, yaitu:

  1. Pemeriksaan kelengkapan dokumen
  2. Pembayaran biaya paspor
  3. Pengambilan foto dan sidik jari
  4. Wawancara
  5. Verifikasi
  6. Penerbitan paspor

Biaya pembuatan paspor sangat bergantung pada jenis paspor dan jumlah halaman yang kamu inginkan. Berikut rinciannya:

  • Paspor biasa
    • 24 halaman: Rp100.000
    • 48 halaman: Rp300.000
  • E-paspor
    • 24 halaman: Rp350.000 (saat ini masih belum tersedia)
    • 48 halaman: Rp600.000

Selain biaya di atas, kamu juga perlu mengeluarkan uang sebesar Rp55.000 untuk jasa perekaman data biometrik.

 

SUMBERĀ  : traveloka.com

Tags: , , , , , , , ,

Related posts

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.




Top