Mengurus Perpanjangan Paspor Biasa ke E-Paspor, Mudah!

Mengurus Perpanjangan Paspor Biasa ke E-Paspor, Mudah!

Dengan semakin membaiknya sistem pelayanan pemerintahan Indonesia, kini membuat paspor tak terasa merepotkan dan aman dari calo. Termasuk bagi saya. Hari ini saya telah mengurus perpanjangan paspor saya yang habis pada bulan Januari kemarin. Biar sekalian (siapa tahu saya ada kesempatan ke Jepang mewujudkan impian, hihihi), saya perpanjang paspor saya menjadi e-paspor.

Belum semua Kantor Imigrasi menyediakan layanan pembuatan e-paspor. Saat ini hanya 3 kota saja yang melayani pembuatan e-paspor, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Batam.

Kali ini saya ingin membagi pengalaman saya dalam mengurus perpanjangan paspor biasa 48 halaman menjadi e-paspor 48 halaman, semoga dapat membantu Anda dalam menyiapkan dokumen dan biaya yang diperlukan.

Adapun dokumen yang perlu disiapkan sebelum ke kantor imigrasi adalah sebagai berikut. SEMUANYA DIBAWA DOKUMEN ASLI DAN FOTOKOPIAN DALAM UKURAN A4 (TIDAK DIPOTONG). BIAYA PEMBUATAN E-PASPOR ADALAH Rp655.000.

  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Akta Kelahiran atau Ijazah atau Akta/Surat Nikah
  • Paspor lama (jika Anda baru akan membuat paspor, poin ini dapat diabaikan)
  • KTP kedua orangtua (difotokopi dalam satu halaman kertas A4) (jika ingin mengurus paspor untuk anak di bawah 17 tahun yang belum memiliki KTP)

Setelah semuanya siap, Anda dapat langsung pergi ke kantor imigrasi pada pagi hari. Untuk pembuatan e-paspor, tidak ada layanan daftar online, harus walk-in. Jangan khawatir, kini nomor antrean pembuatan paspor tidak diberi kuota, siapapun yang datang sebelum jam 10.00 WIB akan memperoleh nomor antrean. Tapi jika Anda ingin lekas dilayani, silakan datang sepagi mungkin. Sejak pukul 5 pagi pun halaman kantor imigrasi sudah ramai dengan calon pemohon paspor, kok. Tapi kantor baru dibuka pukul 7.00. Saya sendiri sampai di kantor imigrasi pukul 8 pagi, dan mendapat nomor antrean 87.

Nah, Anda kini tiba di kantor imigrasi. Lihat orang-orang yang mengantre di depannya? Ikutlah berbaris di sana, karena untuk menghindari bagian dalam yang terlalu ramai, maka dibuat antrean seperti ini. Siapkan dokumen yang telah disebut di atas untuk memudahkan proses pengecekan oleh petugas imigrasi. Anda akan diminta naik ke lantai 2, tempatnya mengurus paspor bagi WNI. Setibanya di lantai 2, antre lagi untuk pengecekan dokumen. Jangan bosan mengantre, ya šŸ™‚

Petugas di konter akan bertanya apa tujuan Anda, apakah untuk membuat paspor biasa, e-paspor, atau mengambil paspor yang sudah jadi. Nanti akan diberikan map kuning berisi formulir beserta nomor antrean yang sudah distaples di mapnya. Kalau Anda ingin membuat e-paspor, petugas akan mengecap formulir dan map dengan cap ‘E-PASSPORT’ agar diproses sebagai e-paspor.

Petugas akan memberikan petunjuk pengisian pada seluruh pemohon yang telah duduk rapi. Anda dapat mulai mengisi formulir sesuai petunjuk. Jika ada yang kurang jelas terkait pengisian formulir, dapat langsung ditanyakan. Anda terlambat datang dan petunjuk sudah selesai diberikan, ada konter informasi yang siap menjawab kebingungan Anda dalam mengisi formulir.

Jika Anda baru akan membuat paspor untuk pertama kali, saya sarankan Anda menulis 3 kata untuk nama Anda. Misalnya, nama saya Hardiani Andaningrum. Dijadikan 3 kata, berarti saya tambahkan nama belakang papa saya. Hal ini untuk memudahkan kita bepergian ke beberapa negara, katanya. Jika Anda ingin memperpanjang paspor dan ingin menambahkan nama, Anda dapat membeli form pernyataan penggantian nama bermaterai seharga Rp8.000 di koperasi.

Sebagai informasi, angka pertama pada nomor antrean tersebut adalah kode khusus. Kode-kode yang tersedia adalah:
  • Antrean dengan nomor: 1-XXX untuk lansia, difabel, dan anak di bawah tiga tahun (batita). Saya sempat dengar antrean kode 1 ini terbatas 30 nomor per hari, jadi ada baiknya datang lebih pagi bagi yang ingin mengurus paspor dan tergolong pada kategori di atas.
  • Antrean dengan nomor: 2-XXX untuk pemohon yang datang langsung (walk-in). Bagi pemohon e-paspor semua termasuk di sini.
  • Antrean dengan nomor: 3-XXX untuk pemohon online (hanya untuk paspor biasa).
  • Antrean dengan nomor: 5-XXX untuk yang akan mengambil paspor yang sudah jadi.
  • Antrean dengan nomor: 6-XXX untuk pemohon yang paspornya hilang/rusak/ingin mengubah data pada halaman identitas paspor yang masih berlaku.
Jika Anda datang pagi, mungkin Anda tidak perlu menunggu terlalu lama. Saya di kantor imigrasi Jakarta Selatan, datang pukul 8.00 pagi, baru dilayani pukul 12.30 karena proses tiap pemohon berbeda-beda selesainya. Bagi yang membawa putra-putrinya, tersedia tempat bermain meski kecil di sudut salah satu ruangan dekat fotokopian. Bagi Anda yang perlu memfotokopi dokumen, tersedia tempat fotokopi di dalam kantor imigrasi.

Di kantor imigrasi klas I Jakarta Selatan, ada 10 konter yang melayani pemohon paspor. Awalnya akan dipanggil dulu untuk nomor antrean dengan kode 1 hingga tuntas, lalu berikutnya konter akan terbagi menjadi dua bagian. Konter 1-5 untuk kode antrean 3 (pemohon online), dan konter 6-10 melayani kode antrean 2 (walk-in).
Setelah nomor Anda disebut, Anda dapat masuk ke ruangan pengambilan data biometrik. Petugas akan mengecek dokumen Anda (asli dan fotokopian) lalu men-scanĀ dokumen Anda. Setelah itu, Anda akan diverifikasi datanya, diwawancara sedikit, lalu foto dan memindai sidik jari dari 10 jari tangan Anda. Pastikan jari anda tidak basah atau berkeringat agar proses pemindaian berjalan lancar.
Setelah semuanya selesai, Anda akan diberikan print-outĀ berupa tanda terima dan berisi petunjuk pembayaran pembuatan paspor. Anda dapat transfer atau bayar langsung di teller Bank BRI di lantai 1 kantor imigrasi Jakarta Selatan. Simpan bukti bayarnya, fotokopi sebanyak 2 kali sebagai pegangan Anda.
Nah, setelah itu Anda boleh pulang, menunggu paspor selesai dibuat dalam waktu 10 hari kerja untuk e-paspor. Mudah bukan? Prosesnya cepat, yang lama itu antrenya, hihihi. Tapi selesai dalam 1 hari saja, plus 1 hari saat mengambil paspor. Saat paspor saya jadi, nanti akan saya perbarui lagi dengan proses pengambilannya. Mungkin bukan saya yang akan ambil, karena saya bekerja jadi akan diambil oleh mama saya
SUMBERĀ  :Ā  blogspot.com

Tags: , , , , , , , , ,

Related posts

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.




Top